Setiap orang memiliki kisah masa kecil yang ber beda-beda, suka duka kekonyolan bersama teman-teman kecil dll, dari semua kisah itu pasti ada salah satu yang paling mengesankan yang tidak akan terlupakan bisa bikin tertawa sendiri ketika mengingatnya, gimana dengan kalian betul begitu ga? hehe.
Aku menjalani masa kecilku di kampung nan asri Musi Banyuasin namanya di kampung nan jauh disano di sebrang musi jauh dari hiruk pikuk kota, masa kecilku dulu belom ada tuh gadget canggih kayak mainan anak sekarang, kita lebih banyak main "takolele, engklek, slodoran, sepakbola api dll". Singkat cerita dahulu aku punya tetangga belakang rumah 2 anak cowok kakak beradik namanya Blatung dan Colis mereka berdua usil dan jahil banget sama aku habis aku di buatnya sampai-sampai dulu kalo ketemu mereka udah kayak kena petaka hidupku #lebay.
Kejadiannya ketika jaman aku SD pada waktu itu saking banyaknya kejahilan yang dilakukannya sampai sampai lupa untuk menuliskan yang mana dulu wahahahaa, contoh kecil saja ketika main sepakbola (ups ya dulu aku tomboy) sudah pasti dua kakak beradik itu kompakan untuk ngebuat aku jatuh sampai nangis setelah aku nangis pasti mereka berdua langsung kabur sambil memperlihatkan muka mengejek sebel banget bukan.
Kejahilan ke 2 pernah juga mereka mau mencelakakan aku dengan cara mengusik/mengganggu kambing bandot alias kambing yang ganas semacam banteng yang sedang asik merumput di sawah supaya ngejar aku, nyaris saja aku di seruduk tapi untungnya aku bisa sembunyi di dalam sungai yang tertutup semak-semak untungnya lagi saat itu musim kemarau jadi sungainya kering, gagal ngejar aku alhasil tu kambing malah ngejar balik dua anak jail itu then tau ga mereka dikejar si bandot sampai lari terbirit-birit kalau di hitung ya skitar 500 meter untung nya mereka bisa sembunyi di dalam masjid, aku bisa melihat kejadian mereka di kejar dari balik semak-semak bahahaha rasanya aku merasa menang hari itu buahahahaa.
Kejahilan ke 3 mengingat dulu aku suka banget jadi gembala kambing, kambing biasa tentunya bukan kambing bandot yang punya cula, aku punya beberapa kambing, setiap kali aku mau lewat seperti biasa mereka sudah menyiapkan ide jail di otaknya, mereka berdua sengaja menghalangi jalanku hingga aku ga bisa lewat di buatnya ya mereka memasang badan supaya aku ga bisa lewat, jelas saja tenaga cowok lebih kuat apalagi mereka ber dua ya untungnya lagi aku masih punya senjata "menangis" sambil manggil kakek ku, kalo udah gitu mereka langsung kabur sambil mengeluarkan muka mengejek.
Setelah difikir-fikir inti dari kejahilan mereka itu adalah senang, puas, bahagia kalau udah liat aku nangis sebel sebel pokoknya. Anyway itulah cerita teman kecilku yang jahil, aku bersyukur setelah segede ini sudah tidak ada lagi dendam di hati yang ada malah ketawa-ketawa kalo inget kejahilannya. Oya aku sudah dipertemukan dengan mereka kembali beberapa waktu yang lalu, ya karna selepas SMP aku pindah ke Solo dan semenjak waktu itu aku jarang bertemu dengan mereka. Pertemuan pertama setelah perpindahanku ketika aku lulus SMK aku pulang kesana. Hal yang mengejutkan bagiku mereka meminta maaf atas kejadian masa lampau dan mereka merasa malu sekali kalau mengingat semua itu. Satu hal yang selalu aku ingat dari kata-kata Blatung "rin maafin ya dulu aku sering bikin kamu nangis, sekarang ijinkan aku untuk bisa bikin kamu ketawa aku ga mau liat kamu nangis" jiahhhhh.
Semenjak pertemuan itu kami jadi dekat terutama dengan Blatung dia jadi teman, kakak, sekaligus sahabatku pada waktu itu, ya sampai-sampai setiap kali aku mudik yang aku tunggu dan yang aku cari adalah dia, hingga akhirnya sebulan sebelum lebaran tahun lalu dy menelponku dengan nada yang aneh, entah tanpa sebab dy marah-marah dan ternyata setelah aku mudik lebaran tahun lalu aku mendapat kabar bahwa dy sudah menikah beberapa minggu sebelum lebaran, setelah aku hitung-hitung tepat sehari sebelum dy menikah itu saat dimana dy menelponku dengan nada yang aneh.
Rasanya bahagia terharu sekaligus sedih, ya sedih karna aku sudah tak sebebas dulu bisa bercerita dengan dy. Begitulah ending ceritanya intinya semua orang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Waktu yang mengubah hati manusia sejahil dia menjadi pribadi yang baik.
Thanks to:
Blatung& Colis kalian sudah memberikan warna di hidupku













































